"Akan menjadi masalah jika kenaikan harga sudah tidak terkendali sehingga menyengsarakan kehidupan masyarakat dengan ekonomi tingkat bawah. Apalagi bila kenaikan tersebut mengakibatkan angka inflasi yang tinggi," ujarnya.
Ihsan juga mengatakan, bila koordinasi pemerintah berjalan baik, semua
potensi kenaikan harga pasti bisa ditangani sejak dini. Pemerintah juga
harus segera ambil langkah "keroyokan" yang melibatkan lintas kementrian
dan instansi.
"Jangan lagi menunjuk pedagang sebagai kambing hitam dari kelambanan kinerja pemerintah. Di samping itu, upaya menangani sumber-sumber kenaikan harga menjadi urgent untuk dilakukan," tambah Ihsan.
Sebelumnya, dalam pantauan IKAPPI, Jumat, 6 Maret 2015 pagi, harga bawang di Pasar Induk Kramatjati Jakarta berkisar Rp 18.000/Kg. Namun dalam hitungan jam, pada siang hari terpantau kenaikan yang tinggi hingga menyentuh harga Rp 25.000/Kg. Ihsan meminta pemerintah lebih tanggap terhadap situasi ini. Jangan sampai situasi kenaikan harga bawang ditangani seperti penanganan kenaikan harga beras yang terkesan "kagetan". (Nezza-02)




0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !